Popular Posts

Showing posts with label Makalah Kesehatan. Show all posts

Saturday, May 20, 2017

Makalah Hygiene

Menurut Gosh, hygiene adalah suatu ilmu kesehatan yang mencakup seluruh faktor yang membantu/mendorong adanya kehidupan yang sehat baik perorangan maupun melalui masyarakat.Hygiene adalah Usaha kesehatan preventif yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha kesehatan individu, maupun usaha kesehatan pribadi hidup manusia (Richard Sihite, 2000).
Read More

Sunday, May 14, 2017

Makalah Sanitasi

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya kepada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Sedangkan hygiene adalah bagaimana cara orang memelihara dan juga melindungi diri agar tetap sehat.
Read More

Wednesday, February 22, 2017

Makalah Anemia II

Upaya pencegahan anemia heart disease (Lewis, 2010) : Mengonsumsi makanan sumber zat besi, baik dari sumber hewani maupun nabati. Sumber hewani contohnya daging, hati, ikan dan unggas. Sedangkan sumber nabati dapat diperoleh dari sayuran 
Read More

Monday, February 13, 2017

Makalah Anemia

Ada berbagai mekanisme potensial yang dapat berkontribusi terhadap terjadinya kondisi anemia pada gagal jantung dan biasanya merupakan suatu interaksi yang kompleks antara gangguan kerja jantung itu sendiri, aktivasi neurohormonal dan inflamasi, disfungsi ginjal,
Read More

Monday, February 6, 2017

Makalah Adenocarcinoma Endometrium II


Upaya operasi pada kanker endometrium merupakan pengobatan tahap awal, cara operasi harus dilihat dari keadaan pasien, dapat digunakan sebagai histerektomi ooforektomi, juga dapat digunakan untuk histerektomi yang luas dan diseksi kelenjar getah bening panggul.
Read More

Wednesday, February 1, 2017

Makalah Adenocarcinoma Endometrium

            Adenocarcinoma endometrium merupakan jaringan atau selaput lender rahim yang tumbuh di luar rahim. Kanker ini bukan merupakan penyakit akibat hubungan seksual. Wanita muda maupun yang sudah tua dapat terkena penyakit ini. Walaupun pada umumnya yang terserang wanita yang sudah tua.

Read More

Monday, January 30, 2017

Makalah Resistensi Batu Saluran Kemih II


Secara umum pasien yang mengalami retensi urine akibat BSK maka penanganan yang dilakukan adalah penanganan terhadap masalah utamanya. Adapaun penanganan terhadap masalah BSK, penatalaksanaan pada nefrolitiasis terdiri dari pencegahan dan upaya
Read More

Sunday, January 22, 2017

Makalah Resistensi Batu Saluran Kemih

Definisi Resistensi Urine Suspek BSK
            Resistensi urine suspek BSK merupakan batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) dengan massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis litiasis renalis dan nefrolitiasis (Anonim, 2013).

Penyebab Resistensi Urine Suspek BSK
Penyakit refluks gastroesofageal adalah salah satu penyebab dispepsia yang paling umum. Dispepsia terjadi ketika otot-otot dari organ saluran pencernaan atau saraf-saraf yang mengendalikan organ-organ tersebut tidak berfungsi dengan baik, dispepsia merupakan penyakit kronis yang biasanya berlangsung selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup (Behrman, 2009).

Patofisologi
Patofisiologi resistensi urine suspek bsk (Soedarto, 2009).
  • Teori inti matriks
Terbentuknya batu saluran kemih memerlukan adanya substansia organic sebagai inti. Substansia organic ini terutama terdiri dari mukopolisakarida dan mukoprotein A yang akan mempermudah kristalisasi dan agregasi substansi pembentukan batu.
  • Teori Supersaturasi
Terjadinya kejenuhan substansi pembentukan batu dalam urin seperti sistin, santin, asam urat, kalsium oksalat akan mempermudah terbentuknya batu.

Faktor Resiko
Faktor resiko resistensi urine suspek bsk (behrman, 2009) :
        1.          Duduk lama saat bekerja
        2.          Kebiasaan menahan lama buang air kemih
        3.          Diet tinggi protein
        4.          Kurang minum
        5.          Keturunan
        6.          Umur
        7.          Jenis kelamin

Gejala
Gejala resistensi urine suspek bsk (Anonim, 2013) :
             8. Nyeri perut (abdominal discomfort)
BSK bagian atas seringkali menyebabkan nyeri karena turunnya BSK ke ureter yang sempit. Kolik ginjal dan nyeri ginjal adalah dua tipe nyeri yang berasal dari ginjal. BSK pada kaliks dapat menyebabkan obstruksi, sehingga memberikan gejala kolik ginjal, sedangkan BSK non obstruktif hanya memberikan gejala nyeri periodik.
Batu pada pelvis renalis dengan diameter lebih dari 1 cm umumnya menyebabkan obstruksi pada uretropelvic juction sehingga menyebabkan nyeri pada tulang belakang. Nyeri tersebut akan dijalarkan sepanjang perjalanan ureter dan testis. Pada BSK ureter bagian tengah akan dijalarkan di daerah perut bagian bawah, sedangkan pada BSK distal, nyeri dijalarkan ke suprapubis vulva (pada wanita) dan skrotum pada (pria).
2. Hematuria
Pada penderita BSK seringkali terjadi hematuria (air kemih berwarna seperti air teh) terutama pada obstruksi ureter.
3. Infeksi
BSK jenis apapun seringkali berhubungan dengan infeksi sekunder akibat obstruksi dan stasis di proksimal dari sumbatan. Keadaan yang cukup berat terjadi apabila terjadi pus yang berlanjut menjadi fistula renokutan.
4. Demam
Adanya demam yang berhubungan dengan BSK merupakan kasus darurat karena dapat menyebabkan urosepsis.
5. Mual dan muntah
Obstruksi saluran kemih bagian atas seringkali menyebabkan mual dan muntah, dapat juga disebabkan oleh uremia sekunder.

Bacaan:
Almatsier, Sunita. 2010. Penuntun Diet Edisi Baru. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Anonim. status gizi berdasarkan Riskesdes 2007. http://www.scribd.com/doc/34306044/dispepsia..
Anonim. Mencegah dan mengobati resistensi urine suspek bsk. http://ryaniehealth.blogspot.com /2007/03/mencegah-mengobati-resistensi urine suspek bsk,html..
Anonim. Resistensi urine. http://askep-askeb.cz.cc/2010/03/resistensi urine. html.
Behrman, Richard E. 2009. Ilmu Kesehatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC, bagian 1.
Leksananingrum, dkk. 2011. Perhitungan kebutuhan Gizi Rumah Sakit. Malang : Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar.
Rosnelly, dkk. 2008. Buku pedoman Praktis Doagnosa Gizi dalam Proses Asuhan Gizi Terstandar. Malang : Instalasi Gizi Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar
 Soedarto. 2009. Penyakit-Penyakit Infeksi di Indonesia. Widya Medika: Jakarta.
Suriadi, SKp & Rita Yuliani SKp. 2010. Asuhan Gizi pada pasien bedah. Penerbit CV. Sagung Seto.


Wednesday, January 18, 2017

Makalah Dispepsia (II)

Upaya Pencegahan
Pola makan yang normal dan teratur, pilih makanan yang seimbang dengan kebutuhan dan jadwal makan yang teratur, sebaiknya tidak mengkomsumsi makanan yang berkadar asam tinggi, cabai, alkohol, dan pantang rokok, bila harus makan obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung (Leksananingrum, 2011) .
 Teraphy / Pengobatan
Teraphy / pengobatan pada penderita dispepsia (Leksananingrum, 2011) :
1.  Terapi Farmakologi
·         Antasid
            Antasid akan menetralisir sekresi asam lambung. Campuran yang biasanya terdapat didalam antacid adalah Na Bikarbonat, Al(OH)3, Mg(OH)2, dan MG trisilikat. Pemakaian obat ini sebaiknya jangan diberikan terus menerus, sifatnya hanya sistematis untuk mengurangi rasa nyeri Antasid mempunyai durasi yang singkat, membutuhkan pemberian berulang – ulang dalam sehari untuk menghasilkan penetralan asam yang terus menerus. Pemberiannya sesudah makan dan pada saat akan tidur.
·         Antagonis reseptor H2
            Ransangan reseptor H2 akan memicu eksresi asam lambung, antagnis berfungsi dalam menghambat proses ini. Contoh obatnya adalah :  Ranitidin, Simetidin, Famotidin dan Nizatidin ) biasanya diberikan dalam dosis standar 2 x sehari.
·         Penghambat pompa proton
            PPI menghambat sekresi lambung dengan cara menghambat H / K + ATPase yang ada dalam sel parietal lambung yang menimbulkan efek anti sekresi yang kuat dan tahan lama. PPI terurai dalam lingkungan asam oleh karena itu PPI diformulasi dalam bentuk kapsul atau tablet lepas lambat. Contoh obatnya : omeprazol, esomeprazol dan lansoprazol. Pasien disarankan untuk menggunakan PPI oral pada pagi hari sekitar 15 – 30 menit sebelum sarapan untuk mencapai hasil yang maksimal, karena obat ini hanya menghambat pompa proton yang diaktifkan.
·         Stimulan Motilitas
            Metoklopramida dan domperidon bermanfaat untuk pengobatan dyspepsia non tukak. Kedua obat tersebut bermanfaat untuk mengatasi mual dan muntah non spesifik.
·         Pelindung Mukosa / Sitoprotektif
            Sukralfat  adalah garam aluminium dari sucrose sulfat yang bekerja lokal pada T raiktus gastro intestinal  dan hamper tidak diabsorpsi, membentuk suatu rintangan sitoprotektif pada sisi ulkus sehingga menahan degradasi oleh asam dan pepsin.
Sukralfate bekerja dengan 3 cara :
a.     Membentuk suatu kompleks kimiawi pada sisi ulkus dan menghasilkan suatu rintangan pelindung.
b.     Menghambat kerja dari asam, pepsin dan empedu secara langsung
c.     Memblok diffusi asam lambung melintasi rintangan mukosa.
2.      Terapi Non Farmakologi
Modifikasi gaya hidup & menghindari obat penyebab ulcer (aspirin & NSAIDs lain, bisphosphonat oral, KCl, pengobatan imunosupresan), menghindari stress, stop merokok & alkohol,kafein (stimulan asam lambung), makanan dan minuman soda, sebaiknya dihindari makan malam.



Penatalaksanaan
Penatalaksanaan pada penderita dispepsia (Leksananingrum, 2011):
Penatalaksanaan non farmakologis
a.      Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung
b.      Menghindari faktor resiko seperti alkohol, makanan yang peda, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok, dan stres
c.      Atur pola makan
                  2.                                                  Penatalaksanaan farmakologis yaitu:
Sampai saat ini belum ada regimen pengobatan yang memuaskan terutama dalam mengantisipasi kekambuhan. Hal ini dapat dimengerti karena pross patofisiologinya pun masih belum jelas. Dilaporkan bahwa sampai 70 % kasus DF reponsif terhadap placebo. Obat-obatan yang diberikan meliputi antacid (menetralkan asam lambung) golongan antikolinergik (menghambat pengeluaran asam lambung) dan prokinetik (mencegah terjadinya muntah).
Penatalaksanaan Diet
1.      Makanan diberikan secara bertahap sesuai dengan keadaan penyakitnya (mula-mula air-lunak-makanan biasa).
2.      Makanan diberikan dalam porsi kecil dan sering.
3.      Vitamin dan mineral sesuai kebutuhan.



Bacaan:
Almatsier, Sunita. 2010. Penuntun Diet Edisi Baru. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Anonim. status gizi berdasarkan Riskesdes 2007. http://www.scribd.com/doc/34306044/dispepsia. Diakses, 23 September 2013.
Anonim. Mencegah dan mengobati dispepsia. http://ryaniehealth.blogspot.com /2007/03/mencegah-mengobati-dispepsia,html. diakses, 23 Oktober 2013.
Anonim. Dispepsia. http://askep-askeb.cz.cc/2010/03/Dispepsia. html. diakses, 24 Oktober 2013.
Behrman, Richard E. 2009. Ilmu Kesehatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC, bagian 1.
Leksananingrum, dkk. 2011. Perhitungan kebutuhan Gizi Rumah Sakit. Malang : Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar.
Rosnelly, dkk. 2008. Buku pedoman Praktis Doagnosa Gizi dalam Proses Asuhan Gizi Terstandar. Malang : Instalasi Gizi Rumah Sakit Dr.Saiful Anwar
 Soedarto. 2009. Penyakit-Penyakit Infeksi di Indonesia. Widya Medika: Jakarta.
Suriadi, SKp & Rita Yuliani SKp. 2010. Asuhan Gizi pada Dispepsia. Penerbit CV. Sagung Seto.
 

Monday, January 9, 2017

Makalah Dispepsia (I)

Dispepsia terbagi menjadi dua yaitu dispepsia organik dan dispepsia nonorganik. Dispepsia organik adalah dispepsia yang telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya, contohnya gastritis, ulkus peptikum, stomach encer, gastro-esophangeal reflu
Read More