Popular Posts

Showing posts with label Laporan. Show all posts

Wednesday, June 29, 2016

Laporan Manajemen dan Peralatan Bengkel Pertanian



LatarBelakang
Pada usaha tani dengan skala yang lebih besar, pentingnya bengkel semakin nyata. Alat dimiliki suatu perusahaan pertanian adalah untuk dapat digunakan dengan semestinya, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Jika alat mengalami kerusakan maka jadwal kerja akan terganggu, yang pada giliran selanjutnya akan merugikan secara ekonomi.
Bengkel pertanian hanya diperuntukkan bagi perawatan dan pemeliharaan alat dan mesin-mesin pertanian, traktor, motor stationer dan juga untuk menangani konstruksi ringan yang rata-rata diperlukan bagi usaha pertanian secara mekanis.
Read More

Sunday, June 26, 2016

Laporan Nugget Broiler



Peningkatan konsumsi masyarakat terhadap daging ayam yang semakin tinggi khususnya daging broiler yang jadi pilihan. Daging broiler menjadi pilihan karena dapat menimbulkan kenikmatan tersendiri bagi yang mengonsumsinya karena memiliki cita rasa yang enak dan kandungan gizinya yang lengkap. Disamping itu broiler dapat dipanen dan dipasarkan dengan cepat.
            Masyarakat mengenal dua bentuk produk yang dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani yakni daging segar dan daging olahan. Pada umumnya pengolahan dilakukan bertujuan untuk mempertahankan daya simpan suatu produk bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan, memberikan nilai tambah dan
Read More

Friday, June 24, 2016

Laporan Fungsional Daging - pemberian asap cair



Daging merupakan salah satu jenis hasil ternak yang hampir tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebagai bahan pangan, daging merupakan sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang cukup lengkap. Sama halnya dengan bahan pangan hewani lainnya seperti, susu, telur dan lain-lain, daging bersifat mudah rusak akibat proses mikrobiologis, kimia dan fisik bila tidak ditangani dengan baik.
Read More

Tuesday, June 14, 2016

Laporan Praktikum Sintesis Krom Alium


SINTESIS KROM ALUM KCr(SO4)2.12 H2O

I.             Tujuan
·         Mensintesis kristal tunggal krom alum KCr(SO4)2.12 H2O
·         Melakukan analisis kualitatif terhadap krom alum hasil sintesis

II.            Teori Dasar
                Krom alum merupakan salah satu contoh garam rangkap. Kalium krom sulfat (krom alum) dapat disintesis melalui reduksi kalium dikromat dengan menggunakan etanol. Persamaan reaksi stokiometris pembentukan krom alum  dapat dituliskan sebagai berikut :
K2Cr2O7 + 4 H2SO4 + 3 C2H5OH  à 2 KCr(SO4)2 + 3 CH3CHO + 7 H2O
Selain dengan cara reduksi kalium dikromat, krom alum dapat disintesis dengan mereaksikan kalium sulfat dan kromium sulfat.
Read More

Sunday, June 12, 2016

Laporan Praktikum Kimia Anorganik

Contoh:                             Laporan Praktikum Kimia Anorganik
SINTESIS KALIUM TRIOKSALATOFERRAT (III) TRIHIDRAT,
K3{Fe(C2O4)3}.3H2O


A.    Tujuan
Ø Mensintesis senyawa kompleks kalium trioksalatoferrat (III) trihidrat, K3{Fe(C2O4)3}.3H2O
Ø Menganalisa kadar oksalat dalam kompleks K3{Fe(C2O4)3}.3H2O hasil sintesis

B.     Teori Dasar
K3{Fe(C2O4)3}.3H2O memiliki struktur geometri octahedral, dengan dua atom oksigen dari masing-masing ligan oksalat membentuk ikatan koordinasi dengan ion atom pusat Fe(III). Senyawa kompleks K3[Fe(C2O4)3] mudah terdekomposisi oleh cahaya, dimana cahaya menyebabkan berlangsungnya proses transfer electron internal dalam senyawa kompleks tersebut. Senyawa kompleks K3[Fe(C2O4)3]
Read More

Friday, June 10, 2016

Laporan Pembuatan Amonia Urea

PEMBUATAN AMONIA DARI UREA

TUJUAN
Mempelajari pembuatan amonia dari urea dan penentuan kadar amonia dalam urea
TEORI
Amonia adalah suatu senyawa yang dapat dengan mudah dicairkan pada tekanan yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pendingin. Amoniaini merupakan gas yang tak berawarna, mudah larut dalam air, berbau busuk dan merangsang selaput lendir. Kelarutan amonia dalam air dalam temperatur 80C dan tekanan 1 atm lebih kurang 1150 L NH3 larut dalam 1 L H2O.larutannya bersifat basa dan dapat membirukan lakmus merah dan memerahkan larutan fenolftalein. Kegunaan dari amonia:
Read More

Laporan Genetika Tanaman

Laporan Genetika Tanaman
Frekuensi Gen


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Genetika sebagai ilmu yang mempelajari segala hal yang mengenai keturunan dimulai sejak purbakala, ketika para petani mengetahui bahwa hasil pertaniannya dan ternaknya dapat ditingkatkan melalui persilangan.  Meskipun pengetahuan mereka masih sangat primitif namun mereka menyadari bahwa beberapa sifat yang baik pada tumbuhan dan hewan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.  Mereka menjalankan berbagai persilangan tanpa disadari pengetahuan karena belum di kenal adanya gen, apalagi hukum-hukum keturunan. (Suryo, 2006).
Read More

Friday, June 3, 2016

Laporan Mikrobiologi Umum Sterilisasi Alat dan Pembuatan Media

Laporan Mikrobiologi Umum


Sterilisasi Alat dan Pembuatan Media

I.     Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Untuk menelaah mikroorganisme di laboratorium, kita harus dapat menumbuhkan mereka. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.
Dalam melakukan diagnosa Mikrobiologi sterilisasi sangat diutamakan baik alat maupun medianya. Suatu alat dikatakan steril apabila alat atau bahan bebas dari mikroba baik dalam bentuk vegetative  maupun spora. Untuk itu sebagai pemula dalam Mikrobiologi sangat perlu mengenal teknik sterilisasi, pembuatan media serta teknik penanaman .Secara umum sterilisasi merupakan proses pemusnahan kehidupan khususnya mikrobia dalam suatu wadah ataupun peralatan laboratorium. Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah suatu proses untuk mematikan semua mikroorganisme yang terdapat pada atau didalam suatu benda.


I.2 Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah
1.    Mengetahui prinsip – prinsip sterilisasi
2.    Mengetahui metode – metode sterilisasi
3.    Mengetahui jenis – jenis media

II.  Metode Percobaan
II.1 Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah
·         Batang pengaduk
·         Erlenmeyer
·         Sendok tandu
·         Timbangan analitik
·         Hot plate
·         Gelas ukur
·         Lap halus
·         Tabung  reaksi
·         Cawang petri
·         Gelas kimia
·         Pipet volume



·         Botol semprot
·         Sprayer
·         Autoclave
·         Ose tusuk
·         Ose bulat
·         Bunsen
·         Oven
·         Nampan
·         Sponge
·         Sarung tangan
     Bahan – bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
·         Natrium Agar (NA)
·         Plate count Agar (PCA)
·         Potato Dekstora Agar (PDA)
·         Aquades
·         Aluminium foil
·         Kapas
·         Tissue
·         Sabun
·         Label
·         Kertas bekas
·         Tabung gas
·         Kentang
·         Tauge
·         Dekstrosa agar
·         sukrosa

II. 2 Prosedur kerja
2.1  Sterilisasi Alat
2.1.1  Sterilisasi Fisik
a.       Menggunakan Autoklaf
Alat alat kaca yang akan disterilkan dicuci dengan sabun dan dikeringkan dengan tisu, Setelah itu alat alat tersebut dibungkus dengan kertas, kapas dan aluminium foil dengan ketentuan:
-          Cawan petri dibungkus dengan kertas
-          Pipet volume dan pipet ukur, mulut pada pipet ditutup dengan kapas, lalu dibungkus dengan kertas
-          Tabung reaksi, mulut tabung reaksi ditutup dengan kapas, lalu dibungkus dengan kertas
-          Enlemeyer, mulut enlemeyer ditutup dengan kapas, setelah itu mulut dan leher enlemeyer dibungkus dengan aluminium foil
-          Semua alat diberi label sebagai perekat dan penanda
Semua alat yang telah dibungkus ditata dalam panci autoklaf, Semua alat di masukkan ke dalam autoklaf, setelah air dalam autoklaf diperiksa terlebih dahulu, Semua alat desterilkan pada autoklaf dengan tekanan 1atm, dan suhu 121oC selama 15 menit, Ditunggu hingga tekanan dan suhunya turun (60-80oC), Setelah itu semua alat dikeluarkan dan dikeringkan dalam oven,
b.      Menggunakan Bunsen
Ose bulat dan Ose lurus Dibersihkan, disiapkan Bunsen dan tabung gas (dirakit), Kawat pada ose bulat dan ose lurus dilewatkan pada nyala api pada Bunsen sampai kawat berwarna merah, setelah itu alat didinginkan dan siap untuk digunakan atau diapalikasikan

2.1.2  Sterilisasi Kimia
Semua alat-alat gelas di bersihkan dengan sabun kemudian dicuci dengan air bersih,setelah dicuci di keringkan dengan tissu roll setelah kering lalu alat seperti gelas kimia di gosok dengan kapas + alkohol,cawan petri di gosok dengan kapas + alkohol,tabung reaksi dan erlenmeyer di kocok alkohol,dan pipet volume dilewatkan dengan menggunakan botol semprot, alat kemudian siap di gunakan.
Jika untuk penggunaan waktu lain bisa di bungkus dan di simpan di tempat kering lalu di beri tabel.
2.2  Pembuatan Media
2.2.1        Media Semi Sintesis
Pembuatan media semi sintesis dilakukan dengan cara pertama-tama bahan media semi sintesis dicuci, dipotong dan ditimbang, kemudian dimasak selama 20 menit dengan menambahkan aquades 200 ml, setelah masak bahan disaring lalu, ditambah agar sukrosa, setelah itu dihomogenkan memggunakan microwave, setelah dihomogenkan ditutup kapas dan aluminium foil untuk disterilkan.
2.2.2    Media Sintesis
Pembuatan media sintesis dapat dilakukan dengan cara yaitu terlebih dahulu media ditimbang  sesuai takaran pada kemasan, setelah itu media dimasukkan kedalam Erlenmeyer dan ditambahkan aquades 200 ml. bahan PDA dihomogenkan menggunakan microwave sedangkan NA dan PCA dihomogenkan menggunakan hot plate setelah dihomogenkan disterilkan menggunakan autoclave.

III.Hasil dan Pembahasan
III.1 Hasil
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
Tabel 01. Hasil Pengamatan Sterilisasi
NO
Jenis Sterilisasi
Alat yang disterilisasi
1
Sterilisasi kimia
-          Cawan Petri
-          Gelas Kimia
-          Enlemeyer
-          Pipet Volume (8 ml)
-          Tabung Reaksi
2


-          Cawan Petri
-          Tabung Reaksi
-          Enlemeyer
-          Pipet Ukur
-          Pipet Volume
Sterilisasi Fisik
a.       Autoklaf
a.       Bunsen
-          Ose Bulat
-          Ose Lurus
Sumber : Data Primer hasil praktikum aplikasi teknik laboratorium, 2016
Tabel 02. Hasil Pengamatan Pembuatan Media Semi Sintesis
No
Jenis Media
Komposisi
Warna
1.       
TEA (Touge Ekstrak Agar)
Toge 10 % , Sukrosa 6%, Aquades 200 ml, Agar-agar 1,5 %

Description: Description: 1457725904739.jpg
Berwarna : coklat kemerahan
2.       
Merk : BD (becton, dickinson and company )
Nama: PDA (Potato Dekstora Agar)
Kentang 10 %, Sukrosa 1 %, Aquades 200 ml,
Agar-agar 1 %.
Description: Description: 1457725885977.jpg
Berwarna : Hijau bening
Sumber : Data Primer hasil praktikum aplikasi teknik laboratorium, 2016
Tabel 03. Hasil Pengamatan Pembuatan Media Sintesis
No.
Jenis Media
Komposisi
Warna
Sebelum
Sesudah
1.       
Merk : BD (becton, dickinson and company )
Nama : PDA ( Potato Dekstora Agar )
7, 8010 gr / 200 ml Aquades
Description: Description: 1457698043104.jpg
Serbuk Media PDA : Agak halus, berwarna kuning.
setelah
Description: Description: 1457698158061.jpg
dihomogenkan : berwarna kuning bening.
2.       
Merk : Merck
Nama : NA ( Natrium Agar )
4,0339 gr  / 200 ml  Aquades
Description: Description: 1457724649902.jpg 
Serbuk Media NA : berwarna kuning

Description: Description: 1457698143365.jpg
setelah dihomogenkan : berwarna kuning bening
3.       
Merk : Merck
Nama : PCA ( Plate Count Agar )
4,5012 gr / 200 ml
Aquades
Description: Description: 1457725019684.jpg 
Serbuk Media PCA : berwarna putih

Description: Description: 1457698099972.jpg
Setelah dihomogenkan : berwarna jernih kekuning-kuningan
Sumber : Data Primer hasil praktikum aplikasi teknik laboratorium, 2016

III.2 Pembahasan
III.2.1 Defenisi Sterilisasi
Sterilisasi dalam mikrobiologi menurut Curtis (1999) berarti membebaskan tiap benda atau substansi dari semua kehidupan dalam bentuk apapun. Untuk tujuan mikrobiologi dalam usaha mendapatkan keadaan steril, mikroorganisme dapat dimatikan setempat oleh panas (kalor), gas-gas seperti formaldehide, etilenoksida atau betapriolakton oleh bermacam-macam larutan kimia; oleh sinar lembayung ultra atau sinar gamma. Mikroorganisme juga dapat disingkirkan secara mekanik oleh sentrifugasi kecepatan tinggi atau oleh filtrasi.

Pentingnya penggunaan alat-alat laboratorium yang bersih dapat lebih ditekankan lagi. Semua alat kaca haruslah dalam keadaan bersih.Cara membersihkan tabung reaksi yaitu dengan menggunakan air aquadest setelah itu dikeringkan dengan menggunakan lap halus tetapi cara melapnya hanya bagian luarnya saja steril akan didapatkan melalui sterilisasi.
III.2.2 Macam –macam sterilisasi
a.       Sterilisasi fisik
Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
-   Pemanasan
a. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum inokulum, pinset, batang L, dll.
b. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll.
c. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf
-   Penyinaran dengan UV
Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV
b.      Sterilisasi kimiawi
Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.
Sterilisasi dengan panas adalah unit operasi dimana bahan dipanaskan dengan suhu yang cukup tinggi dan waktu yang cukup lama untuk merusak mikrobia dan aktivitas enzim. Sebagai hasilnya, bahan yang disterilkan akan memiliki daya simpan lebih dari enam bulan pada suhu ruang. Contoh proses sterilisasi adalah produk olahan dalam kaleng seperti kornet, sarden dan sebagainya.
III.2.3 Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam proses sterilisasi
            a.       Sterilisator (alat untuk mensteril) harus siap pakai, bersih, dan masih berfungsi.
b.      Peralatan yang akan di steralisasi harus dibungkus dan diberi label yang jelas dengan menyebutkan jenis peralatan, jumlah, dan tanggal pelaksanaan  sterilisasi.
c.       Penataan alat harus berprinsip bahwa semua bagian dapat steril.
d.      Tidak boleh menambah peralatan dalam sterilisator sebelum waktu mensteril selesai.
e.       Memindahklan alat steril ke dalam tempatnya dengan korentang steril
f.       Saat mendinginkan alat steril tidak boleh membuka pembungkusnya, bila terbuka harus dilakukan steralisasi ulang.


III.2.4 Defenisi media
·      Medium sintesis, yaitu media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis    dantakarannya secara pasti, misalnya Glucose Agar, Mac Conkey Agar.
·      Medium semi sintesis, yaitu media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti,misanya PDA (Potato Dextrose Agar) yang mengandung agar, dekstrosa dan ekstrakkentang. Untuk bahan ekstrak kentang, kita tidak dapat mengetahui secara detail tentangkomposisi senyawa penyusunnya.
·      Medium non sintesis (Media), yaitu media yang dibuat dengan komposisi yang tidak dapatdiketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya, misalnya Tomato Juice Agar, Brain Heart Infusion Agar, Pancreatic Extract.









Daftar Pustaka
Anonim,Sterilisasi/secara/fisika.html, http://www.finderonly.com

Cahyani Vita Ratri. 2014. Pentunjuk pratikum mikrobiologi pertanian.Surkarta : universitas Sebelas Maret

Dra. Ammi S. M.S., Dra. Yanti H. M.Si., Kusnadi, S.Pd., M.Si.2012.Pembuatan Media agar dan   Sterilisasi.bandung : upi

Purwanti Widhy. 2009. Alat dan Bahan Kimia Dalam Laboratorium IPA. Yogyakarta
Universitas Negeri Yogyakarta

Qushai. 2014. Sterilisasi. Surabaya : Unair

Riandi. Teknik Laboratorium. Jakarta: Erlangga. 2004.

Schlegel G. Hans. Mikrobiologi Umum Edisi 6. Yogyakarta: Gadjah Mada,
       University Press. 1998.

Suriawira. Pengantar Mikrobiologi Umum. Angkasa; Bandung. 1999.

Yusriani, dr. Kumpulan Diktat Kuliah Mikrobiologi. UIT; Makassar. 2008