Sapi potong merupakan penyumbang daging terbesar
dari kelompok ruminansia terhadap produksi
daging nasional sehingga
usaha ternak ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai
usaha menguntungkan. Sapi potong telah lama
dipelihara oleh sebagian
masyarakat sebagai tabungan
dan tenaga kerja untuk mengolah tanah dengan manajemen
pemeliharaan secara tradisional. Pola usaha ternak sapi potong sebagian besar
berupa usaha rakyat untuk menghasilkan bibit dan penggemukan, dan pemeliharaan
secara terintegrasi dengan tanaman pangan maupun tanaman perkebunan.
Pengembangan usaha ternak sapi potong berorientasi agribisnis
dengan pola kemitraan
merupakan salah satu
alternatif untuk meningkatkan keuntungan peternak (Suryana, 2009).